PENDIDIKAN

14 03 2009

Anggaran Diknas Blora 30 % tertinggi di Jateng, adakah kemungkinan penyimpangan

Suara RakyatSeperti pada sambutan Bupati Blora Drs.RM Yudhi Sancoyo saat rapat paripurna penetapan APBD Blora tahun 2008 Selasa (29/4) lalu, bahwa anggaran Dinas Pendidikan Nasional Blora dialokasikan sebesar 30 persen.
“Pada tahun in (2008-red) anggaran yang kami alokasikan untuk dinas pendidikan nasional sebesar 30% dari seluruh anggaran yang ada pada APBD 2008. Dan anggaran ini adalah yang terbesar di jateng bahkan juga di Indonesia”,kata Yudhi disambut aplaus ribuan orang yang hadir di gedung DPRD Blora itu.
Yudhi yang juga pernah sebagai wakil ketua DPRD Blora di tahun 2005 lalu, menggarisbawahi agar alokasi sebesar itu betul-betul dapat bermanfaat untuk dunia pendidikan di kabupaten Blora.
Untuk itu dirinya meminta agar pelaksanaan anggaran yang telah ditetapkan itu betul-betul digunakan sesuai apa yang diatur dalam perundangan-undangan.
Amin Farid ST Salah satu LSM terkemuka di Blora yang anggotanya dikirim Exxon mobil studi di USA, ketika dimintai pendapatnya menyatakan buapti Blora tanggap terhadap masalah pendidikan di Blora. “Pak Yudhi bersama DPRD kami akui tanggap terhadap aspirasi permasalah didunia pendidikan, seperti juga diatur dalam UU no 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, khususnya pasal 49 ayat (1) yang memberi ketentuan batas minimal 20% dari APBD”, kata Direktur BCC ini.
Lanjut Amin, Namun bila kita kembali beberapa tahun lalu, janganlah dana untuk pendidikan ada kesalahan dalam pelaksanaannya. Seperti pada hasil pemeriksaan BPKRI no 120/R/XIV.Yk/06/2007, tanggal 12 Juni 2007 bahwa Diknas Blora dinilai lalai dalam melaksakaan pembukuan bantuan propinsi sebesar Rp.2.825.000.000,-
Menurut Amin Faried, direktur BCC Blora pada tahun 2006 lalu alokasi bagi hasil dan bantuan keuangan dari provinsi Jateng berupa bantuan pembangunan telah dibukukan pada kode rekening 2.4.02. Adapun anggaran tersebut sebesar Rp.2.256.036.000,- melalui kas daerah dan telah dilaporkan pada LRA tahun anggaran 2006 baik pendapatan ataupun belanjanya.
Disamping itu ada dana bantuan keungan propinsi tahun 2006 pada dinas Diknas Blora sebesar Rp.2.825.000.000,- melalui rekening bupati Blora, yang pada saat pemeriksaan BPK bulan Juni tahun lalu belum dicatat LRA tahun 2006.
“Inilah yang menurut saya merupakan kelalaian kepala dinas Diknas tidak segera memindah bukukan bantuan keuangan propinsi ke rekening kas daerah”, tegas Amin.
Dia menambahkan sesuai rekomendasi BPK RI memang tidak terjadi dugaan korupsi. Akan tetapi merupakan kesalahan administratif, yakni merealisasi belanja bantuan keuangan dari propinsi tidak melalui mekanisme pengeluaran APBD.
“Saya berharap pak Yudhi agar memerintahkan kepada Kadin Diknas dan mungkin SKPD lainnya, agar relaisasi APBD 2008 ini tidak ada sedikit kesalahan apapun”, tambah Amin. (Roes)

[sunting] Pendidikan

No. Jenis Sekolah Jumlah Sekolah/Akademi/PT Jumlah Guru/Dosen
1 Sekolah Dasar 663 4 690
2 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 75 1 577
3 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 39 1 151
4 MIN / MIS (Ibtidaiyah) 53 438
5 MTsN / MTsS (Tsanawiyah) 37 513
6 MAN / MAS (Aliyah) 7 157
7 Akademi 2 38
8 Perguruan Tinggi 1 26

PELATIHAN PEMAFAATAN TIK BAGI GURU DI KABUPATEN BLORA KELOMPOK MASTER TRAINER (MT)
Senin, 2008 Oktober 20
Latar Belakang

Berdasarkan UU Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen telah diputuskan bahwa setiap Guru (harus) dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.

Namun pada kenyataanya masih banyak guru-guru khususnya yang berada di marjin perkotaan dan pedesaan belum menguasai apalagi memanfaatkan TIK secara utuh di dalam proses belajar mengajar. Sejumlah kendala infrastruktur jaringan listrik dan telekomunikasi merintangi akses guru ke TIK.

Di sisi lain sejumlah persepsi perlu diluruska, bahwa TIK tidaklah semata-mata Komputer dan Internet, tetapi juga media informasi seperti radion dan televisi serta media komunikasi seperti telepon seluler dengan SMS, MMS, music player, video player, kamera foto digital, dan kamera video digital-nya serta e-Book Reader-nya.

Saat ini dengan ICT Center Kabupaten/Kota yang berdaya okupasi pelatihan rata-rata 400 guru terlatih per tahun, maka diperkirakan memerlukan masa 12-16 tahun untuk mengenalkan manfaat TIK didalam proses belajar-mengajar bagi semua guru di Jawa Tengah.

Untuk itu perlu dilakukan sebuah terobosan baru dalam program pelatihan berbasis TIK yang terintegrasi, memberikan kompetensi yang praktis, dan mampu menjangkau sasaran yang banyak, serta memberikan dampak yang berskala luas dan diterima di seluruh lapisan struktur Pendidikan Nasional.

Visi, Misi dan Tujuan

Visi
menyiapkan guru yang peduli dan cakap dalam memanfaatkan TIK untuk pendidikan (e-pembelajaran) demi mensukseskan Tiga Pilar Kebijakan Umum Pembangunan Pendidikan Nasional.

Misi

Mempersiapkan program Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sistemik, tepat hasil dan tepat guna;
menyediakan sumber belajar yang dapat diintegrasikan ke dalam media informasi dan media komunikasi elektronik yang interaktif, atraktif, efektif, dan efisien serta berstandar Nasional; dan
Mempromosikan model pelatihan jarak-jauh terpadu yang mendukung program peningkatan kompetensi guru.
Tujuan
Menyiapkan guru yang dapat memanfaatkan TIK dalam proses belajar mengajar dan mengembangkan bahan ajar interaktif serta atraktif berbasis media informasi dan komunikasi (internet, radio, televisi, telepon, SMS).

Dasar Hukum dan Kebijakan

Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
Undang-Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 3 Tahun 2005 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pemerintah Daerah;
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah;
Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional Nomor 3250/A/I/06 tentang Pembentukan Tim Pengembang Program SIM, ICT dan TV Edukasi Depdiknas.
Sasaran
Sasaran Pelatihan ini adalah 345 guru yang berasal dari 23 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Guru yang dicalonkan untuk menjadi Master Trainer didaftarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi.

Kurikulum Pelatihan

Kompetensi
Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran (e-Pembelajaran)

Sub-Kompetensi

Memanfaatkan komputer dan program aplikasinya sebagai alat bantu pembelajaran.
Memanfaatkan layanan serta konten internet, radio dan televisi sebagai sumber belajar yang terintegrasi di dalam sistem/metode pembelajaran e-Learning (electronic Learning)
Memanfaatkan layanan serta konten berberak SMS, MMS, radio, video dan e-mail di telepon seluler sebagai sumber dan piranti belajar yang terintegrasi di dalam sistem pembelajaran m-Learning (mobile Learning).
Memanfaatkan layanan lintas sistem pembelajaran melalui u-Learning (ubiquitous Learning) yang memungkinkan guru, siswa, konten pembelajaran, tempat (kelas), pengelola pendidikan, dan pengelola TIK berada dalam satu heksagon platform manajemen pengetahuan (Knowledge Management Platform) berbasis internet/intranet yang kreatif dan dinamis tanpa sekat waktu dan tempat.
Materi Pelatihan

Materi pelatihan disusun oleh Tim Narasumber Pustekkom dan telah dikembangan oleh Senior Trainer pada Pelatihan Pemanfaatan TIK untuk Guru Kelompok Senior Trainer pada tanggal 17-21 Juni 2008 di Pustekkom Depdiknas Jakarta.

Materi terdiri atas 10 modul ditambah 2 suplemen, yaitu:

Modul 01: TIK untuk Pembelajaran
Modul 02: Jaringan Komputer dan Pemanfaatannya
Modul 03: Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran
Modul 04: Pengembangan Rencana Pembelajaran yang Mengintegrasikan TIK
Modul 05: Strategi Pembelajaran Berbasis TIK
Modul 06: Pemanfaatan Televisi Edukasi (TVE)
Modul 07: Pemanfaatan e-dukasi.net
Modul 08: Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran

Modul 09: Pemanfaatan Media Audio dan Radio untuk Pembelajaran
Modul 10: Pembuatan Media Presentasi

Suplemen A: Pemanfaatan Televisi Edukasi (TVE-2) Channel Guru
Suplemen B: Pemanfaatan Buku Sekolah Elektronik (BSE)
Jadwal Pelatihan

Jadwal pelatihan diatur sedemikian rupa untuk memandu Senior Trainer (ST) melaksanakan tugasnya dengan tepat, efektif dan efisien.

Pelatih (Senior Trainer)

Senior Trainer didalam Pelatihan Pemanfaatan TIK 2008 untuk Guru Kelompok Master Trainer ini direkrut oleh DInas Pendidikan Provinsi masing-masing dan telah dilatih oleh Tim Narasumber (Lead Senior Trainer) di Pustekkom Depdiknas. Kelima Senior Trainer yang berhak melatih Master Trainer adalah:

Lucia Hartiningtyas Mardyasari, ST. M.Kom (Balai Pengembangan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah)
Handaya Kunwidianta, S.Pd. (Balai pengembangan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah)
Cahyo Kismurwanti, Dra. (Guru SMP Negeri 2 Semarang)
Abdul Karim, S.Pd. (Guru SMA Nasima Semarang)
Moch. Sigit Haryadi, ST (Guru SMA Muhammadiyah 1 Weleri)
Peserta (Master Trainer)

Guru yang dicalonkan sebagai Master Trainer (MT) didaftarkan oleh 23 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidina (Balai PTIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Kuota MT per Kabupaten/Kota adalah 15 orang guru yang terdiri atas: 7 orang guru TIK SMA/SMK/MA (diutamakan SBI/Rintisan SBI), 5 orang guru TIK SMP/MTs (Diutamakan SBI/Rintisan SBI), dan 3 orang guru TIK SD/MI (diutamakan SSN/Rintisan SBI). Dengan demikian maka 23 Kabupaten/Kota x 15 CMT = 345 Perserta, dimana pesertanya direncanakan terdiri atas 161 SMA/SMK/MA, 115 guru SMP/MTs dan 69 guru SD/MI.
Setiap MT diwajibkan untuk melatih 10 Participant Teacher (PT) di sekolah masing-masing dengan panduan dan jadwal yang akan ditentukan kemudian. Baik melalui pola Peer Coaching maupun Training.
Untuk pemerataan kompetensi TIK di kalangan guru, maka eks Participant pelatihan Jardiknas 2007 tidak diperkenankan dicalonkan sebagai MT maupun PT di dalam Pelatihan Pemanfaatan TIK 2008.
Setiap PT yang dilatih oleh Master Trainer diwajibkan untuk mengunggah 1 file Dokumen Rencana Pembelajaran (RP) dan 1 file Presentasi Bahan Ajar (BA) ke: pelatihan.dipdiknas.go.id/unggah sebagai Portofolio.
Dengan komposisi ST di Provinsi dan MT di Kabupaten/Kota, maka jumlah peserta Pelatihan Pemanfaatan TIK untuk Guru di 35 Kabupaten/Kota Provinsi adalah sebagai berikut: Senior Trainer 4 Guru dan Master trainer 345 Guru.
Daftar Peserta MT Kabupaten Blora

Drs. Wawan Hartanto (SMA Negeri 1 Cepu)
Linarto, S.Kom (SMA Negeri 2 Blora)
Drs. Hariyanto (SMA Negeri Randublatung)
Lilik Tursila (SMK Negeri 2 Blora)
Thobari (SMK Negeri 1 Blora)
Heri Susanto (SMK Migas Cepu)
Sujito (MAN Blora)

Hernawati Indah PS (SMP Negeri 1 Randublatung)
Triyono (SMP Negeri 4 Blora)
Eko Adi (SMP Negeri 6 Blora)
M. Sofwan W. (SMP Negeri 3 Jiken)
Paulus Pintoko (SMP Negeri 1 Ngawen)
Midji (SD Karangjati 4 Blora)
Indah Wikoyah (SD Negeri 3 Cepu)
Eko Riyanto (SD Negeri Kediren 3)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s